Dilema Kehidupan
By: Rubu' A.M.H. Kelas 9.8
Kita semua pasti telah mengenal apa itu benar dan apa itu salah. Ketika kita melakukan sesuatu yang sesuai dengan apa yang harus dilakukan, maka kita benar. Sebaliknya, kita akan dikatakan salah jika tidak melakukan sesuatu yang sesuai dengan apa yang harus dilakukan dengan semestinya. Tetapi, apakah arti sebenarnya dari benar dan salah itu? Apa yang menyebabkan suatu hal menjadi benar ataupun salah? Mari kita telaah lebih dalam.
Benar, memilki arti sederhana yaitu sesuai kenyataan. Sesuatu, yang dapat dibuktikan kejadiannya ataupun keberadaannya itulah yang benar. Sesuatu yang terbukti bahwa hal itu merupakan bagian dari realita, bagian dari eksistensi. Sehingga orang akan percaya dan akan menandainya sebagai hal yang benar.
Sedangkan salah, dapat diartikan sebagai sesuatu yang tidak semestinya. Sesuatu yang keluar dari jalur, sesuatu yang tidaklah dapat dibuktikan bahwa hal tersebut benar adanya. Orang-orang akan menandai suatu hal seperti ini sebagai hal yang salah.
Dari kedua penjelasan diatas kita dapat menyimpulkan bahwa benar dan salah dapat terjadi jika ada beberapa faktor yang mempengaruhinya. Seperti eksistensi, realita, juga perspektif. Mari kita bahas apa itu eksistensi terlebih dahulu. Sederhananya, eksistensi merupakan keberadaan atau kehadiran sesuatu yang bertahan.
Selanjutnya realita, realita merupakan keadaan yang sebenar-benarnya tanpa ada modifikasi sedikitpun. Di mana seseorang akan melihat keadaan apa adanya, tidak peduli apakah keadaan tersebut menyakitkan ataupun menyenangkan.
Dan yang terakhir, perspektif. Hal ini merupakan hal yang paling sering ditemukan di lingkungan sosial di mana akan ada beberapa kelompok dengan pandangan dan pendapat yang berbeda. Hal ini tidak dapat dicegah tetapi bisa diubah. Dengan cara mendorong opini mayoritas orang karena pada dasarnya, manusia akan mengikuti apa yang diikuti oleh kebanyakan dari mereka.
Kembali ke topik awal tentang benar dan salah. Kedua hal tersebut sebenarnya memiliki arti yang kompleks dan sangatlah subjektif. Karena pada nyatanya, banyak hal yang dikatakan benar tetapi salah dan begitupun sebaliknya. Orang selalu menilai bahwa suatu hal adalah benar maupun salah tergantung dari apa yang mereka tahu. Tetapi tidak dapat dipungkiri, beberapa orang pasti akan menutupi kebenaran atas dari ego mereka dan mengubah hal yang salah menjadi sesuatu yang terlihat benar.
Di masa sekarang yang penuh informasi, mencari hal yang benar dan salah sangat amatlah sulit. Dikarenakan keduanya sering bercampur aduk dan makin sulit untuk dikonfirmasi. Tetapi, dengan ketelitian dan logika, mencari informasi yang benar akan lebih dipermudah. Perbanyaklah wawasan dan pengetahuan, tetapi jangan pernah menerima mentah-mentah apa yang telah kau tahu.

